Sabtu, 11 Desember 2010

tentang catatan

Seseorang seperti menuliskan tentangku setiap malam. Pada sebuah buku tipis hadiah dari sebungkus permen. Dengan pena yang takkan pernah mencipta sejarah. Membaca tulisannya membuat aku tertawa : serupa melihat anakanak kucing bergumul dengan segumpal tali. Kisahnya mengingatkan aku pada masa remaja. Membualkan cinta pada sepotong sajak gerimis, menitis kupukupu dari sebongkah batu.

Jangan putus asa, sebuah suara berkata saat nilai ujianku buruk. Tak ada yang mau menggugat kertas ujian. Tak perlu sesal meski tak hapal sejarah. Bersolek saja, mengoleskan deodorant diketiak, memasang kilau dirambut, dan mewarnai bibir agar semerah darah ditubuh nyamuk yang mahir menyengat lutut. Tak lama lagi guru sejarah pasti akan jadi sejarah juga dalam ingatan, kalau ingatan belum tercuri oleh penderita kleptomani. Dan bukubuku itu suatu hari akan jadi kumal, sembunyi dibawah bantal.

Mungkin suatu hari akan kutemukan seseorang yang baik hati itu sedang berdiri, sendiri disebuah kampus. Menungguku dan petugas perpustakaan datang. Mungkin aku dan dia bisa mendaki tangga, menyusuri rakrak buku, mencari sebuah judul yang akan dipakainya untuk menghapus lupa dan lalaiku pada nama anakanak jalanan, juga nama para pembangkang dirumah sakit jiwa. Mengingatkan aku pada tembang pengantar tidur emak dan suarasuara printer diruang kerja seorang lelaki yang tekun mencetak sunyi. Aku mulai menerkanerka sudah sekumal apa buku tipis dibawah bantal dulu, mungkin kini sudah berpindah kebawah dipan, berteman dan bercanda bersama lipan dan bangsatbangsat. Aku mulai tertawa lagi, betapa mudahnya namanama kehilangan wajah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar