Kamis, 23 Desember 2010

lamunan putri duyung

Kepalaku serupa akuarium, dasarnya dipenuhi kerikil kelabu yang bergerak pelan, tanpa jeda, mengeja gelembung udara. Ikan warnawarni berenangrenang riang. Seorang putri duyung duduk melamun di hadapan kincir air yang menyala dan tak henti berputar. Seekor kerang setia membuka tutup cangkangnya, seirama denyut bisu kerikil kelabu. Inginnya ku tarik keluar akuarium dan segenap isinya dari kepala, meletakkannya di atas meja, agar bisa kau pandangi tiap kali kita duduk bersisian di ruang tamu. Agar kau tak selalu bertanya apa yang ada dalam kepalaku tiap kita bertemu.

Tapi, kau bilang jangan, kau tak ingin melihat jidatku berlubang. Karena lubangnya tentu akan teramat lebar dan dalam. Tentu akuariumnya tak kecil. Jika diambil, tentu kepalaku akan berantakan. Hahaha… Dan kita tertawa. Tapi, apa kau tahu, aku selalu ingin mengambil laut dalam matamu.

Laut dalam matamu adalah segenap lamunan putri duyung dalam kepalaku. Kau menatapku sungguhsungguh, menjadikan ombak di lautmu terhempas keras. Membasahi pipiku. Membuat ikanikan dan kerang dalam akuarium semakin rindu laut. Apa benar ikan punya ingatan ? Apa kerang punya kenangan ? Apa putri duyung sungguhsungguh mengangankan laut ?

Kerikilkerikil kelabu tak pernah mau menjawabnya, pun andai getarnya memahami bahasa air dan gelembung udara. Rahasia .Baiknya akuarium terus mendekam dalam kepalaku, dan matamu, semoga selalu menyimpan laut. Putri duyung juga akan baikbaik saja dalam lamunannya. Setiap kali ingin tersenyum, kita lihat saja putaran warna pada kincir air terus silih berganti.  Terus berkelipkelip, meniup gelembung udara. Dan matamu bisa terus bergelora, menggulung ombak, memercik bening pada kaca akuarium hingga berembun. Kalau kau mau, bisa kupinta putri duyung menuliskan namamu pada dinding akuarium, pada bagianbagian paling buram yang tersentuh percik ombak. Tapi, kaubilang tak suka mengganggu lamunan siapasiapa.

Tapi, katakatamu mengusik lamunanku, kaubilang akuarium dalam kepalaku secantik laut. Laut di matamu ? Tapi, aku selalu percaya padamu, percaya kita akan baikbaik saja. Biar saja semua apa adanya. Dan suatu hari kita akan samasama menghasilkan mutiara*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar