Kamis, 23 Desember 2010
jelaga
Lupa itu tak punya ingatan, dunia kotakkotak, pelabuhan, riak ombak dan kau, menarinari di antara sebaris katakata rumit. Aku jadi lupa, dari alfa sampai omega, selalu tak pantas menggugat lupa yang bukan siapasiapa. Mirip garam di atas meja makan sebuah restoran cepat saji, dalam kantongkantong kertas hampa udara, menunggu sobekan yang akan menghamburkan tubuhnya, hangat lidah. Lupa itu pasti mengacuhkan kita, kalau tahu bahwa kita tak pernah tak lupakan semua lupa dalam luka. Ajari aku, ajari aku untuk melupakan dunia di tiap dimensi, tak ada lagi garis dan sudut, pelabuhan sudah pergi berlayar di riak ombak. Tapi, kau bertopang dagu mengingatku di antara butiran pasir, menggetirkan bibir yang lupa, lupa pada katakata, lupa doa, lupa hangat ciuman sebelum cinta*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar