Tak ada puisi untukmu malam ini.
Hanya ada aku, mengeja
katakatamu di siur angin. Bertanya
pada liang kuburku sendiri, di mana kau.
Hendak kukembalikan tulang rusukku, sebelum
mawar dan airmatamu berjatuhan di pintu surga*
Hanya ada aku, mengeja
katakatamu di siur angin. Bertanya
pada liang kuburku sendiri, di mana kau.
Hendak kukembalikan tulang rusukku, sebelum
mawar dan airmatamu berjatuhan di pintu surga*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar