Kucing jantan itu memakan anakanaknya, karena terlalu cinta pada kucing betina.
Jangan tanya, kubur saja serpihan tubuhku dalam rongga dadamu. Lalu kita bersama menggelar sajadah, bertobat atas nama cinta. Tunggulah sampai rindu terbangun dari mimpi buruknya, mengecup hangat pundakmu, sambil berbisik mesra, aku masih cinta. Jin biru muncul dari lampu, sajadah siap tinggal landas, kita terbang ke surga, menemui anakanak kucing yang bahagia*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar