Kamis, 23 Desember 2010

di seberang dunia

Kesunyian itu sudah sangat mengenalku, kami biasa berbincang akrab di tepi pantai, membicarakan sahabatsahabat kami yang sudah pergi. Tentang sebuah masa, di mana namanama belum bisa memperkenalkan dirinya sendiri. Terlalu sibuk bermain lumpur dan pasir, membangun istana untuk menantang angin merobohkannya. Membangun lagi istana lain yang lebih megah. Menantang topan menerjang. Tapi, topan itu datang dengan sopan, duduk di antara kesunyian dan aku, entah segan pada siapa. Topan turut berbincang, tentang istanaistana lain yang pernah bermain dengannya. Ternyata topan sangat ramah dan suka bercanda. Seperti kanakkanak tanpa dosa, hanya sedikit ceroboh sikapnya, terlalu gemar bermain dengan gaduh. Kesunyian dan aku jadi heran, kenapa sekarang topan duduk manis di antara kami.

“Aku hanya ingin tahu seperti apa rasanya teduh,” Topan berkata sambil menyeringai nakal. Kakinya seketika menendang istana. Pasir berhamburan di wajah sunyi.

Seorang bocah lelaki di seberang samudra berseru girang,”Bintangbintang sudah pulang!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar