Sabtu, 11 Desember 2010

doa pagi ibu

Bajubaju kotor bertumpuk dilantai. Merindukan tanganku dan busabusa harum deterjen; seperti kau! Tunggulah aku, akan kukumpul serpih bintang yang tersangkut dirantingranting pohon. Kita butuh cahaya, bukan. Padahal gadis penjual korek api sudah lama mati. Meninggalkan bajubaju kotor ayahnya dilantaiku. Bersama bisikkan semua wujudmu dalam hurufhuruf yang menari dikoran pagi. Atau kemarin pagi, atau semua pagi yang dulu dijual nenek dipasar kaget. Pagi terikat karet rambutku. Aku melihat matamu merah, kemasukan sabun. Perih itu sungguh harum. Aku gugup lalu berlutut, kudengar suara ibuku berdoa : bawakan aku airmata untuk mencuci semua bajubaju kotor yang bertumpuk dikolong langit...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar