Sabtu, 11 Desember 2010
setia
Aku masih duduk disini, ingin menuliskan sesuatu. Kau masih berdiri menunggu, aku merasa tak bisa biarkan kau menunggu. Tak kutawarkan apapun untuk menahanmu, kau tak juga pergi. Kucium kau dengan lembut, asal kau mau pergi tidur. Tak habiskan waktu demi sesuatu yang tak peduli. Macam kertas, asbak, dan gelas kotor; hanya diingat saat perlu, lalu ditinggalkan kesepian menunggu waktu senggang. Semakin banyak tanda silang pada angkaangka didinding, untuk mengingat bulan. Bukan bulan berparas putih dimalam hari, bulanbulan didinding menandai hitungan, mengendapkan kenangan, pagi dan malam, kadangkadang juga menanyakan janjijanji yang terucap tanpa saksi. Dan kau masih menunggu disana, mengacuhkan segala bulan dan cahaya. Lalu aku mulai lupa ingin menuliskan apa…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar