Kamis, 23 Desember 2010
renungan pagi
Lalat berkerumun pada endapan gula di dasar gelas. Sehitam ampas kopi. Bukankah itu tak penting sama sekali. Setiap hari, selalu ada lalat berkerumun di gelasgelas manapun. Mungkin belalainya menghirup manis gula, di antara timbunan pahit ampas kopi. Atau mungkin lalat tak memilih dan memilah, menghisap semua yang tersisa. Mungkin ampas kopi membuat rasa manis semakin nikmat, membuat mata lalat bundar bersinar, dan sayapsayap kecil dan rapuh itu tak lelah bergetar menerbangkan tubuh lalat yang selalu sehat. Kuhanyutkan satu-dua tanya bersama guyuran air kran pada ampas kopi di dasar gelas, selebihnya kutitipkan pada lalat. Berhamburan di udara, bersama aroma jeruk nipis di telapak tangan*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar