Sabtu, 11 Desember 2010

nyanyian burung hantu

Matahari masih tidur disampingku pagi ini. Aku terbangun, kudengar suara burung hantu dalam kepalaku, meminta aku membaca berita pagi. Pagi ternyata ada dimanamana, dibanyak kota dan negara. Pagi juga ada dihutan, gunung, guagua, padang pasir, bahkan pagi juga ada didasar laut. Seperi mahluk dengan sejuta wajah yang suka berdusta dan minum darah.

Seorang anak meniup terompet, suaranya riang sekaligus sumbang. Boneka boneka menari dan bernyanyi di televisi, warnawarni. Seekor dinosaurus juga menari, seolah bukan binatang prasejarah yang sudah punah, bukan carnivora raksasa, anakanak memeluk mereka dengan gembira.

Disebuah ladang ada yang bertengkar hebat, memperebutkan jejakjejak yang hilang, sedangkan kenyataan duduk terkantukkantuk diatas batu. Aku merasa paruparuku menyusut, kehilangan udara dan waktu. Sebuah pohon merasa terharu, lalu mengguncangkan tubuhnya hingga sisa embun berjatuhan dari dahan, ranting, dan daunnya.

Aku merasa dimataku ada sungai, angsaangsa berenang disana, mengejar jemari matahari di riak sungai. Berkilau. Lalu kurasa tubuhku hanyut dalam buai, hangat dan lembut. Matahari sudah bangun, matahari tersenyum pada anakanak yang memeluk semua bintang tanpa takut tertusuk, anakanak mengarungi sungai menunggang kurakura, bermainmain dengan semua sampah yang dibuang malam. Aku melihat cinta menunggu dimuara, menunggu semua angsa, kurakura dan anakanak, mereka akan menari bersama nyanyian burung hantu ; agar matahari tak tidur lagi, selalu tersenyum sepanjang hari…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar