kau datang lagi bersama hiruk pikuk hari
menawarkan sehirup redup nafas, nyata
cuma pinjaman
aku kembali menyelami luka dijalanan
menggagas namanama korban, kematian
tanpa kesan
kau dan aku menuang dusta di cawan malam
mengaduk bisa ular bercampur arak, mereguk
getir kehilangan
tubuh serupa baju besi berkarat melindungi jantung tidur dari kecupan penggugah
jiwa terkurung menara istana terjaga naga berperut neraka tak paham aku hanya
mau lebur atau kabur pada lubang tusukan tahajud dilambungmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar