Kenapa tak rayakan saja gesekangesekan lempeng bumi dengan
teriakan gembira ? Takut langit runtuh menimpa kepala ?
Tidakkah kau ingat betapa jenakanya nalar, pantas
bumi bergetar hebat, rupanya
mengelak tawa untuk jiwajiwa
pengecut dijantung kota…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar