Sabtu, 11 Desember 2010

bahasa langit

Hatimu selalu jadi langit. Dan aku masih selalu sulit percaya kau cinta padaku. Bukan pada rumpun ilalang dilembahlembah, pucukpucuk pinus dibukitbukit, atau kunangkunang yang pantatnya bercahaya. Di dadaku cuma ada laut.
Benarkah langit mencintai laut ? Awan tersenyum nakal.
Tak ada yang tahu pasti. Tidak juga hujan ; yang dengannya langit mencoba memasuki tubuh laut, berenangrenang, menyelam dan mengapung. Bersama plankton ; yang diamdiam selalu mencintai paus…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar