Seekor burung seperti membuat sarang di kepalaku. Dia memungut sobekansobekan kertas dari tempat sampah, serpihan perban, fotofoto yang sudah lapuk dan jarijari daun pisang. Dia memintal semua dengan paruhnya, lalu mengikatnya pada rambutku. Orangorang memandang rambutku dengan takjub. Seekor jerapah menjulurkan lehernya, lalu tertawa. Sebatang pohon seperti iri dan kecewa, kanapa burung tak lagi bersarang di pundaknya. Burung itu tak peduli. Dia terus bersarang dikepalaku. Bercinta. Bertelur. Mengerami telur. Menetaskan dan membesarkan anakanaknya.
Kepalaku kini penuh suara kicau dan cicit burung sepanjang hari. Tak bisa dengar radio, suara televisi, juga mp3. Aku dengar induk burung membacakan buku untuk anakanaknya. Aku dengar induk burung mengomel pada pasangannya yang pulang terlambat. Aku dengar anakanak burung bertengkar berebut makanan dan mainan. Aku tak pernah melihat, hanya mendengar setiap waktu.
Sekali waktu ingin kuletakkan mataku diatas kepalaku, agar bisa kulihat rupa dari suarasuara itu. Tapi seorang teman melarangku memindahkan mataku. Ternyata dosen pembimbingku juga keberatan jika kupindahkan mataku dari depan ke atas, beliau berkata, bagaimana kau bisa mengetik skripsi jika matamu tak ada diwajahmu untuk melihat keyboard dan layar monitor. Aku cuma nyengir, macam kucing yang ketahuan mencuri ikan goreng.
Sungguh sayang; ternyata memang tak ada rental computer atau warnet yang menaruh komputer pada plafon. Aku tibatiba merasa sedih, ingin sekali menatap wajah burung yang tinggal dirambutku, suaranya sangat merdu.
Suatu hari kau datang membawa kamera, memotret sarang dan penghuni kepalaku. Sepertimya aku senang. Aku merasa sedang bersiapsiap menjelang saat wisuda, memakai jubah dan toga. Aku berjalan ke podium ketika namaku disebut, seorang yang terhormat memindahkan letak rumbairumbai di topiku, menjabat tanganku, lalu memberiku selembar kertas. Kertas dimana terdapat gambar seraut wajah yang seperti sedang bingung. Wajah yang matanya kosong ; rindu pada kicau dan cicit burungburung di kepalaku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar