Kamis, 23 Desember 2010

seperti kamboja

Seperti daundaun kering, pasrah pada angin.
Seperti ranting menumbuhkan tunas baru, hijau pucat, rapuh dan ragu.
Hati meratapi kekasih saat matahari melukis indah di cakrawala.

Tapi cinta tak pernah mati, meski tumbuh di tanah makam sunyi,
kerap mendengar tangis kehilangan,
membaca hening kerinduan. Cinta terus tumbuh,
mewarnai udara, putih dan merah muda.
Pasrah dan berserah. Menghias tanah dengan warna yang belum pudar,
belum kering, lembut tersentuh angin kelopak bunganya.
Pun dahan dan rantingnya, tak takut kehilangan warna bungabunga.
Berguguran ketika mekar, cinta selalu percaya tak ada yang siasia*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar