Pernahkah kau mendatangi sebuah tempat paling indah ? Sebuah tempat dii mana daundaun jingga keemasan selalu berguguran tanpa henti, meski angin tak bertiup. Memenuhi rambutku, aku merasa mengenakan mahkota di sana.
“Tapi, itu cuma musim gugur.”
Apakah salju juga turun di musim gugur, bersama daundaun ? Begitulah yang kudapati di sana. Daundaun kering berjatuhan, juga butirbutir bersinar, jika tersentuh akan terasa sejuk tak terkira. Apalagi kalau bukan salju.
“Kalau begitu musim dingin datang lebih awal di sana.”
Apakah bungabunga bersemi di musim dingin ? Di atas tanah coklat berkilat, bermunculan dahandahan, dengan ranting merekah yang di tiap ujungnya bersemi daun dan kelopakkelopak bunga. Hijau kebiruan, ungu, merah muda, kuning, putih, dan juga jingga. Semua warna cantik yang bisa kauingat ada di sana. Kuncup yang berdenyut, pelahan terbuka, merekah. Hampir sempurna.
“Mungkin musim semi segera tiba.”
Apakah di musim semi, udara bisa begini hangat, matahari bersinar terang, melukis bayangbayang rupawan di permukaan salju yang membeku. Bungabunga bergerak lembut, seolah menari, senang hati bisa melihat rupa indahnya di tanah sebening kaca. Capung dan kupukupu beterbangan riang, meski seringkali tubuh dan sayapnya tertimpa daun keemasan atau kilauan salju silih berganti.
“Aneh sekali, tak mungkin semua musim terjadi bersamaan dalam satu waktu. Tak akan ada tempat seperti yang kau ceritakan. Di mana segala yang indah berkumpul di sana. Tak akan pernah ada tempat serupa itu, untuk didatangi siapapun.”
Tak apa, kalau kau tak bisa membayangkan bahwa tempat semacam itu sungguh ada. Tapi kalau suatu kali kau ingin datang ke tempat ‘aneh’ itu, katakan padaku. Mungkin aku bisa mengajakmu ke sana. Sementara menunggu kau berpikir dan menimbangnimbang tawaranku, akan kurajutkan sebuah syall untukmu, dari benang milik ibuku. Syall yang sama persis dengan punyaku, syall yang dulu dirajut nenekmu, untukku. Setiap kali aku mengenakan syall itu ketika tubuhku menggigil dalam demam tinggi, hanya sekejap saja aku segera sembuh dan sudah berada di tempat ‘aneh’ yang kuceritakan padamu. Tempat paling ajaib dan menakjubkan yang pernah kudatangi. Tempat ‘aneh’ yang diceritakan ibuku dalam sebuah mimpi dalam tidur yang gelisah dan berkeringat. Dan dalam mimpi yang serupa pula, aku mesti menemuimu untuk menceritakan ini padamu.
Pagi nanti, saat kau terbangun, demammu akan reda, bisa kaudapati syall rajutanku, telah kuletakkan di dekat bantalmu*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar