Hari senin datang lagi, saat mimpi dikemas siap dikirim ke langit. Resahresah bertumpuk ditempat sampah, bersama remahremah dan puntung sisa nikmat lidah dan mulut. Mata redup menatap jendela, pagar rumah, dan pohon srikaya. Cengeng serupa lagulagu cinta, memohon terang tak habisi redup, sisakan barang sebutir embun pada jemari ranting. Aku tak pernah yakin pagi datang meminta ucapan terima kasih…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar