Aku hanya seorang anak yang ingin sebuah mainan di toko swalayan.
Kau adalah seorang ayah yang bekerja keras demi sebuah mainan yang kuimpikan.
Sayang, menjelang malam, ketika ayah baru pulang dari bekerja, toko swalayan sudah berbenah, megah, membusungkan dada, menawarkan bukan hanya sebuah mainan. Ada juga baju, sepatu, permen, kacang, coklat, balon dan benang, krayon, jepit rambut, bukubuku dan masih banyak lagi. Ayah terpana, menggenggam erat tanganku yang gemetar, toko swalayan jadi setan dengan seribu wajah menyeramkan. Aku beringsut takut, lengan ayah kian lemah. Ibu belum juga selesai berbelanja.
Antrian di meja kasir teramat panjang, angkaangka berloncatan di bawah sinar lampu. Suara ayah lirih saat berkata,"Marilah pulang, nduk. nanti dapur emak keburu meledak."
Di pintu rumah, aku dan ayah melihat ibu berlarilari dikejar polisi. Semua baju, sepatu, permen, kacang, coklat, balon dan benang, krayon, jepit rambut, bukubuku dan masih banyak lagi, jatuh tercecer di depan pintu.
Suara sirene itu begitu nyaring, memadamkan nyanyian jangkrik yang sedang gembira merayakan purnama*
Kau adalah seorang ayah yang bekerja keras demi sebuah mainan yang kuimpikan.
Sayang, menjelang malam, ketika ayah baru pulang dari bekerja, toko swalayan sudah berbenah, megah, membusungkan dada, menawarkan bukan hanya sebuah mainan. Ada juga baju, sepatu, permen, kacang, coklat, balon dan benang, krayon, jepit rambut, bukubuku dan masih banyak lagi. Ayah terpana, menggenggam erat tanganku yang gemetar, toko swalayan jadi setan dengan seribu wajah menyeramkan. Aku beringsut takut, lengan ayah kian lemah. Ibu belum juga selesai berbelanja.
Antrian di meja kasir teramat panjang, angkaangka berloncatan di bawah sinar lampu. Suara ayah lirih saat berkata,"Marilah pulang, nduk. nanti dapur emak keburu meledak."
Di pintu rumah, aku dan ayah melihat ibu berlarilari dikejar polisi. Semua baju, sepatu, permen, kacang, coklat, balon dan benang, krayon, jepit rambut, bukubuku dan masih banyak lagi, jatuh tercecer di depan pintu.
Suara sirene itu begitu nyaring, memadamkan nyanyian jangkrik yang sedang gembira merayakan purnama*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar