by Dian Aza on Monday, April 18, 2011 at 10:56pm
Purnama bersinar congkak, kalau memang terang dan sempurna kenapa risau pada hitam sayapsayap gagak, kicau parau itu merusak keanggunan malam. Aku bertanya terang tak cukup melihat sudutsudut kota, rimbun dan ramai kolong jembatan, mereka berpesta dengan bibir pecahpecah, baju tambaltambal, rambut gimbal, dan ribuan pasang serangga berdansa. Percikan cuka di atas luka menumbuhkan kebun sayur, sungguh subur, padahal kita hanya menganggur, pembuka kaleng menanam asparagus di bawah ranting anggur, dalam naungan kabut, kupukupu bertelur di atap dapur, setelah kawin di ladang jagung.
Kolong jembatan diamdiam menjadi negara tanpa pertumpahan darah. Negara tanpa purnama, burungburung gagak singgah mengantar kehidupan yang sungguhsungguh hidup, lebih hidup dari seluruh hidup di tepi sungai keramat, menyeret bangkai pohon ke hilir, seperti akhir, padahal hanya awal perjalanan menuju daratan, terapung, berayun bersama penyangga jalan. Rodaroda menyeberang, memutar kenang pada erangan sepasukan baju zirah. Jangan bodoh, kau berkata, tanganmu merentang busur, mengarahkan anak panah ke dada bulan. Tunggulah, mungkin terang yang menyilaukan itu hanya pantulan air mata di wajah bulan, tak diuraikan biar kolong jembatan tak terkubur sayapsayap gagak, negara di sana masih ingin menanam telurtelur angsa*
Kolong jembatan diamdiam menjadi negara tanpa pertumpahan darah. Negara tanpa purnama, burungburung gagak singgah mengantar kehidupan yang sungguhsungguh hidup, lebih hidup dari seluruh hidup di tepi sungai keramat, menyeret bangkai pohon ke hilir, seperti akhir, padahal hanya awal perjalanan menuju daratan, terapung, berayun bersama penyangga jalan. Rodaroda menyeberang, memutar kenang pada erangan sepasukan baju zirah. Jangan bodoh, kau berkata, tanganmu merentang busur, mengarahkan anak panah ke dada bulan. Tunggulah, mungkin terang yang menyilaukan itu hanya pantulan air mata di wajah bulan, tak diuraikan biar kolong jembatan tak terkubur sayapsayap gagak, negara di sana masih ingin menanam telurtelur angsa*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar