Selasa, 28 Juni 2011

perempuan hebat

by Dian Aza on Tuesday, April 19, 2011 at 12:05am
Seorang perempuan anggun, berdandan rapi, berbaju licin, mendatangiku malam ini. Matanya bening, memancarkan peradaban dan kebaikan, suaranya lembut, jelas menegaskan kemantapan dan harapan. Perempuan anggun dengan tenang menanyakan, di mana dia bisa mendapatkan sesuatu untuk menghapus satu garis pada sebatang kecil plastik yang tadi sore dicelupkannya ke dalam air seninya.  Perempuan anggun itu berpendapat dua garis terlalu banyak untuknya, dia tak suka, tak perlu, tak butuh, tak ingin, tak mau.

Aku hanya tak tahu, kenapa dia tanyakan itu padaku. Itu bukan urusanku. Aku tak tahu namanya, dia tak tahu namaku. Mungkin aku nampak macam kutu busuk di mata beningnya, mungkin pula dia mencium bau tak sedapku menodai harum bajunya. Andai dia datang untuk membalas dendam, betapa indah caranya. Dia membunuhku tanpa sayatan luka, aku mati sebelum sempat bertobat, tak ada waktu mengingat kelalaian atau menyesali kesalahan. Perempauan hebat membuatku jadi bajingan, sama sekali bukan pecundang. Bajingan sejati, abdi kematian paling setia, kesayangan tuhan*  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar