Selasa, 28 Juni 2011

sekali lagi selalu

by Dian Aza on Saturday, April 23, 2011 at 12:20am
Aku akan terus menulis tentangmu, tak peduli salah atau tak indah. Serupa pasrah, hanya saja itu satusatunya caraku menyusun kata. Serupa hujan merinai mendekati pagi, memenuhi setiap kemasan kosong di tempat sampah, di sudutsudut paling kumuh menggenang sedikit air, beningnya selalu bisa mencipta bias warna bersama fajar yang hampir datang. Terik siap mengangkat kembali ke langit segenang air, menggumpal awan untuk kembali merintikkan hujan, jalanjalan abadi pasti ditempuh, kau dan aku berdiri saling menanti di dua tepi.

Selalu hanya ada satu alasan hingga akhir jaman, aku akan terus menulis tentangmu, diulangulang senada hela nafas anakanak berselimut debu, menggigil didekap malam, berlarian mengejar terang. Di sana kaubaca, tentang kita yang mengais remahan roti dari setumpuk kertas, tanpa air mata. Sebab matahari di balik awan mahir mengeringkan lembab wajah, menantang kabut malam agar berani menanggalkan samar mimpi, membutir embun di pundakmu, menetes di tiang lampu, menemui segenang air yang sama di lubang jalan. Kakimu menjejak, mendekat tak memendek jarak, aku masih berdiri di tepi jalan, menatapmu.

Kau akan melihatku terus menulis tentangmu, untuk setiap malam dan pagi yang selalu kembali saling menghampiri, menguntai hariharimu dalam baitbaitku. Aku akan terus menulis tentangmu, hingga kita menjelma selembar catatan tentang awan, hujan, pelangi, biar terbaca matahari*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar