by Dian Aza on Sunday, April 24, 2011 at 10:48pm
Seharusnya tak usah resah ketika kau dan aku samasama lupa siapa pernah berkata, akan selalu mencintai dengan segala cara.
Kalau kemarin kau atau aku seolah terlalu lelah untuk saling bicara, mestinya kau dan aku mengerti itu hanya satu cara dari segala cara mencintai.
Jika hari ini aku datang sebentar menyentuh bibirmu kemudian menghilang ke arah malam, kau pasti paham tentang salah satu dari segala caraku mencintaimu.
Mungkin esok pagi kau mengusap mataku sesaat sebelum melangkah memasuki jalan terang, aku mestinya tersenyum untuk satu caramu mencintaiku.
Apalagi esok lusa, entah kau atau aku lebih dulu mendekat, mungkin saling mendekap, sempat menciptakan ciuman, atau berjalan dengan langkah lebar meninggalkan ruang tanpa saling menyapa. Tak akan mengendapkan apaapa selain pekat ingatan tentang betapa banyaknya cara yang kau dan aku punya untuk saling mencinta*
Kalau kemarin kau atau aku seolah terlalu lelah untuk saling bicara, mestinya kau dan aku mengerti itu hanya satu cara dari segala cara mencintai.
Jika hari ini aku datang sebentar menyentuh bibirmu kemudian menghilang ke arah malam, kau pasti paham tentang salah satu dari segala caraku mencintaimu.
Mungkin esok pagi kau mengusap mataku sesaat sebelum melangkah memasuki jalan terang, aku mestinya tersenyum untuk satu caramu mencintaiku.
Apalagi esok lusa, entah kau atau aku lebih dulu mendekat, mungkin saling mendekap, sempat menciptakan ciuman, atau berjalan dengan langkah lebar meninggalkan ruang tanpa saling menyapa. Tak akan mengendapkan apaapa selain pekat ingatan tentang betapa banyaknya cara yang kau dan aku punya untuk saling mencinta*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar