by Dian Aza on Thursday, April 21, 2011 at 11:18pm
Bangku taman, ide yang bagus untuk menjadi sesuatu. Pengunjung taman datang dan pergi, musim berganti, bangku taman tetap tegar menanti. Sebagai bangku taman, aku bisa menunggumu berkunjung selama berabadabad, jika tak ada perang, bencana atau pejabat yang berniat merubah tata kota. Kau suka keindahan pohon dan bungabunga, berapa kalipun kau dilahirkan pasti akan kausempatkan sesering mungkin mendatangi taman di sela waktumu. Seperti kau selalu ingin berjalanjalan menggandeng tanganku menjelang malam, di taman manapun. Bangkubangku di taman menjelang malam sering kali telah penuh diduduki, tapi berjalan denganmu langkahku terasa begitu ringan, sama sekali tak melelahkan. Aku sangat senang melihat matamu berbinar.
Andai aku bangku taman, kau akan menemukanku selalu kosong, untukmu duduk di pangkuanku, menatap mata kekasihmu, tak akan ada yang tahu bangku taman menyimpan binar matamu sepenuh waktu. Mendengar kaubisikkan segala yang ingin kudengar, lagulagu rindu kesukaanmu, degup jantungmu, irama kakimu mengetuk tanah, betapa hangat, betapa riang, segala tentangmu yang diamdiam duduk di pangkuanku. Aku pasti jadi bangku taman paling bahagia di seluruh dunia*
Andai aku bangku taman, kau akan menemukanku selalu kosong, untukmu duduk di pangkuanku, menatap mata kekasihmu, tak akan ada yang tahu bangku taman menyimpan binar matamu sepenuh waktu. Mendengar kaubisikkan segala yang ingin kudengar, lagulagu rindu kesukaanmu, degup jantungmu, irama kakimu mengetuk tanah, betapa hangat, betapa riang, segala tentangmu yang diamdiam duduk di pangkuanku. Aku pasti jadi bangku taman paling bahagia di seluruh dunia*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar