Selasa, 28 Juni 2011

hari ulang tahun ibuku

by Dian Aza on Saturday, April 16, 2011 at 1:28am
Hari ini ulang tahun ibuku. Ingin kubelikan hadiah paling memikat hati, kalau saja ibu mau bicara apa kiranya bisa bikin ibu tersenyum bangga menjadikanku anaknya. Andai kupunya uang, percuma saja kubelikan permata, bahkan juga sepasang mata, ibuku tak lagi punya wajah.

Andai aku tahu apa yang disukai tanah. Rontokan daun atau kelopak bunga, serpihan kertas atau pecahan kaca, lantai atau tiang penyangga, atau justru sebongkah nisan dengan namaku terukir di sana. Yang pasti bukan sebait sajak, tanah tak bisa membaca, tak pernah sekolah, tak kenal tanda jasa selain jejak kaki semut, perut cacing dan cakar anjing.

Ibu, apa aku anak durhaka, hanya tahu menginjakmu sepanjang usia ? Apa salahku, kau hanya diam selalu.

Tanah bergetar, apakah terharu. Atau tertawa karena kutanya apa salahku.

Aku tak bisa menghitung jejakku. Semut, cacing, anjing juga tak bisa, tak ada yang bisa.

Tapi mereka bukan anak ibu, suara pertama dan terakhir yang kudengar, sehangat hujan musim panas, sebelum aku terbenam ke dalam lumpur. Katak-katak berloncatan menyanyikan panjang umur*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar