Kulihat senyummu menarinari di udara siang ini, redup dan sejuk, gerimis menderas, manusiamanusia berteduh. Aku mencari hatimu. Kutemukan di wajahwajah asing. Tak perlu kutanya, apa kesedihanmu, hujan akan bercerita. Betapa banyak alasan untuk bersedih, sebanyak alasan untuk bahagia, tak bisa ditunda, merinai setiap waktu, membasahi gerobakgerobak dagangan sepanjang tepi jalan, memenuhi lubang jalan dan selokan. Rindu mengalir.Tak ada yang mencari payung, tak ada yang harus mengusap mata, hujan menjemput kisah dari mata, hati melukis pelangi*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar