Kekasihku tak bersalah, kekasihku tak bersalah telah menghunus pedang, mematah lenganku, kiri dan kanan, duaduanya pantas buntung, sebelum terlanjur memahat namanya di tubuhtubuh tanpa jantung. Berwudhu darah, pipiku merah, ini pernikahan paling indah. Maut dan hidup duduk bersanding, khidmat mengucap sumpah sehidup semati*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar