Aku harus pergi, mengayuh bola mataku, memburu yang menunggu. Tugu di tengah kota, tatapan lugu anakanak, lagulagu rindu. Lampu sangat mahir menyorotkan sinar di kening malam. Semua memikat, tak terikat, berserakan sepanjang jalan, tergilas tak terhitung roda. Wajah langit sudah selesai berdandan, aku ingin pastikan kau melihat ke arah barat, sekarang. Hanya sebentar, mengingat memarku dalam warnawarni paling cantik.
Aku harus pergi, kembali kepada tidur di sebelah timur. Kau tersenyumlah, biar senja tak siasia mengenang luka*
Aku harus pergi, kembali kepada tidur di sebelah timur. Kau tersenyumlah, biar senja tak siasia mengenang luka*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar