Senin, 10 Januari 2011
naif
Semua bisa lupa harum udara di bawah jemuran. Kain melambaikan kisah, tanah masih lenggang, tak seperti bendera di puncak tiang, selalu diingat gagah. Tapi, popokpopok tegar mengibarkan aroma riang, selembut harum mawar dan lavender di lipatan leher. Anakanak ingin tegar, mengenang malammalam panjang membasahi alas tidurmu, liur dan air seni, melukis bukitbukit bakal puisi. Daundaun rimbun setia berguguran satusatu dari jantungmu, menyentuh jalanjalanku, ibu, semua boleh lupa warna bendera, hanya untuk mengingat busabusa sabun dari bak cucianmu menguarkan salju di belakang rumah, membekukan kainkain popok di rentang waktu*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar