Butuh banyak tukang mendirikan gubuk, manusia.
Butuh sepasang cinta merangkai sarang, burung.
Butuh sepasang kaki bercakar menggali sarang, serigala.
Kupukupu, di mana rumahmu,
kunangkunang kemana hendak pulang, mungkin benar
kupukupu jelamaan bidadari, kunangkunang kuku orang mati.
Katakata kabut dari cerobong asap dapurku,
aku menjerang lidah dalam belanga, untuk kuhidangkan padamu malam nanti.
Tak butuh siapasiapa untuk membuat kenyang perutmu tanpa usus.
Hanya yang meragukan maut butuh bersujud pada jubah dan bukubuku.
Aku hanya akan tertawa sembunyisembunyi, tak ingin ada nama yang merasa jadi badut di pesta ulang tahun tuhan*
Butuh sepasang cinta merangkai sarang, burung.
Butuh sepasang kaki bercakar menggali sarang, serigala.
Kupukupu, di mana rumahmu,
kunangkunang kemana hendak pulang, mungkin benar
kupukupu jelamaan bidadari, kunangkunang kuku orang mati.
Katakata kabut dari cerobong asap dapurku,
aku menjerang lidah dalam belanga, untuk kuhidangkan padamu malam nanti.
Tak butuh siapasiapa untuk membuat kenyang perutmu tanpa usus.
Hanya yang meragukan maut butuh bersujud pada jubah dan bukubuku.
Aku hanya akan tertawa sembunyisembunyi, tak ingin ada nama yang merasa jadi badut di pesta ulang tahun tuhan*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar