Aku hendak ke mana, suara bertanya, jalanjalan buntu ternyata tak bisu. Suaranya guruh, menegur dedaun gugur hanyut dalam debur. Ini telaga atau belanga, dada meragukan debarnya, terbakar asmara. Masih kucoba merupakan gambar dan berhala sebagai wajahnya.
Tertawa, melemparkan serapah kepada angkaangka, bergeming diburu ujung jarum, tergantung di atas meja makan. Lapar sungguh liar. Sejarah tak mengajarkan apaapa, selain namanama asing, membuatku merasa tersingkir dari pangkuan ibuku sendiri
Mematung di kebun, memandang daundaun menampung embun saban subuh. Membaca pesanpesan gamang isyarat tanah yang mengirimkan uap pada langit di siang terik. Namun, di sini mendung betah menggantung, melindungi capungcapung dari sengatan api, memberi harap pada katak akan curah hujan yang mengajarkan lagulagu pada licin kulit dan lendir lidahnya.
Melengos, jiwaku merasa cuma jongos, hanya tahu mengangkut segudang karung dari lumpur ke lumpur, sampai ke liang kubur. Kekasih macam apa kau, jika hanya tahu mencintai leluhur yang fasih memindahkan tasbih dari jari ke jari, menggumamkan liriklirik purnama pada malam tak berbulan.
Mendendam, aku akan cintamu, tak mampu kupahami dengan bahasa tubuh. Kugigit saja udara, sampai membiru jantungku, agar kaukatakan mana nama layak kusebut ketika rindu mengurung. Agar kau berkenan hadir sebelum perjamuan terakhir. Menyaring darahku, hingga bening mengalir syair, tak jadi noda di sudut bibir anakanak malam yang menenggak arak tanpa jarak demi nama kekasihkekasihnya yang terseret amuk ombak.
Murka, kau mungkin tak pernah tahu rasanya berdiri di pintu neraka. Buram pesanmu sering terbaca. Dari pecahan batu, kau ajari aku meratapi butiran abu bukubuku terbakar di tiap pemberontakan. Kau mahir berkelit, setelah membakar semua jejak perang bersama gaharu di malam tak bercelah, malammalam terpisah cahaya, terkepung lidah api dalam mulutku sendiri.
Kugenggam erat,jemariku meremas lembar demi lembar catatan, hilang. Kau tak peduli, masih duduk di bangku taman yang sama, memandangku menanam bunga dalam mimpi, saban pagi*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar