Sudah berapa lama waktu sejak katakata mulai kutanam di dinding kamar. Menjauhi hingar suarasuara, memecah hening, gema nada dan syair dalam kepala.
Tak ada luka, dinding kamar hanya berlubang, mungkin menanti pakupaku tumbuh, atau sebuah lukisan berkunjung, membuat sebuah dunia dalam pigura. Sebuah ruang tak terjamah, kecuali oleh jiwajiwa yang berkhianat pada tubuhnya*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar