Jika hatiku kupotong jadi sepuluh, berapa potong cukup untukmu. Berapa potong kaumau. Kau suka bilangan ganjil atau genap, angka lengkung atau lurus. Katakan saja, akan kupilihkan potongan paling tebal, tepat jumlahnya, buat kau dulu.
Sisanya biar di ambil induk ayam di padang rumput, buat berjaga kalau datang bencana. Jadi silih, pengganti anakanak ayam ketika disambar elang. Hatiku tentu jauh lebih hangat dibanding ayam kecil, lagipula tak ada tulang, bulu dan paruh, tak bikin lambung elang terluka, bagaimana.
Kau terdiam lama, sebelum mengangkat pedang, membelah dadaku, mencacah hatiku, mungkin jadi seribu serpih, atau lebih*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar