Kau dan aku, selalu pintar menerjemahkan angin, menduga cuaca, seperti sepasang merpati. Berteman hening, kepak sayap kupukupu di pundakmu. Mendung. Rinai hujan dan kabut. Kau mengajariku membaca mata waktu. Mengikuti jejak angin di rambutku, jemarimu melukis mimpi. Aku tak pernah takut mati, tak pernah takut sendiri. Aku tahu kau akan selalu membawaku, seperti jantung hati*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar