Siapa bilang mencintai itu gampang, apalagi mencintai kau. Aku berani bertaruh, apa saja, hanya aku yang bisa. Hanya aku yang bisa mencintai kau, seperti aku aku cinta kau. Tak perlu kujelaskan satu persatu semua kesulitan yang sudah kautimpakan padaku, itu buruk dan tak enak untuk diingat. Lebih baik kuceritakan saja betapa nakal matamu, betapa jail tanganmu, betapa nekad bibirmu. Kau pembohong paling pintar, aku perempuan tolol yang tak bisa mendendam. Jadi kita serasi. Bahkan setelah kejadian yang ke berapa puluh kali…aku lupa tepatnya, aku masih mau membuka mulut saat kausodorkan sepotong coklat ke depan hidungku. Aku bukan anjing yang belajar dari ingatan, sama sekali lupa bahwa kau selalu membelokkan lenganmu di saat terakhir, melahap makanan apapun yang kaujadikan umpan ke dalam mulutmu sendiri. Tinggal aku, masih membuka bibir dengan ekspresi ganjil. Kau, sudah pasti tertawa dengan segenap jiwa raga.
Apa aku gila kalau saat ini aku rindu padamu, rindu dibohongi. Aku janji, akan selalu lupa, selalu mau membuka mulut ketika kau menyodorkan sesuatu ke depan hidungku. Selalu, selama kau masih suka menggodaku, tertawa untukku. Aku janji, meski tak gampang, akan selalu mencintai kau*
Apa aku gila kalau saat ini aku rindu padamu, rindu dibohongi. Aku janji, akan selalu lupa, selalu mau membuka mulut ketika kau menyodorkan sesuatu ke depan hidungku. Selalu, selama kau masih suka menggodaku, tertawa untukku. Aku janji, meski tak gampang, akan selalu mencintai kau*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar