Telah berabadabad dunia melihat sepasang kekasih, tak ada yang macam kita, katanya. Aku percaya, seorang pecundang sejati pasti pernah berkata jujur, setidaknya sekali. Seperti ketika kubilang, aku bersedia mati demi sebuah senja semerah darah. Mengalir dari jantungku sendiri sepanjang lorong langit, pada biru pembuluh nadimu*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar