Senin, 10 Januari 2011

jimmy dan martin (puzzle 11)

Kalau bukan karenamu, tak akan kutemukan segala yang sulit dipercaya itu nyata. Kau bilang kau pernah memelihara  dua ekor semut dalam kamarmu. Aku tak percaya, melototkan mata dan bertanya, masa?!

Mana mungkin memelihara dua ekor semut, kalau kau bilang memelihara dua ratus ekor semut, akan lebih masuk akal. Anggap saja kau berkhayal bahwa semua semut yang berkeliaran dalam kamarmu adalah peliharaanmu. Tapi kau sungguhsungguh, memelihara dua ekor semut. Kau beri mereka nama, jimmy dan martin, aku mulai takjub. Aku punya pertanyaan yang sepertinya menegaskan aku tak percaya, tapi aku sungguh percaya, hanya ingin tahu bagaimana kau mengenali dua semut kesayanganmu, di antara semutsemut lain. Kuduga kau mengurung kedua semutmu dalam toples, atau kotak yang telah direkat selotip pada setiap sisi dan sudutnya yang bercelah.

Aku salah duga, kau meletakkan semutmu di atas meja, begitu saja, membebaskan jimmy dan martin berjalanjalan mengitari bendabenda, menemukan remahan biscuit atau apapun untuk dimakan. Kau mengamati mereka sesekali sambil membaca buku atau diktatmu. Kau memotong antena di kepala mereka. Ahh...!

Kau menjelaskan bahwa tanpa antena di kepala, jimmy dan martin tak akan bisa mengenali kelompoknya, tak bisa menemukan jalan pulang ke sarangnya. Ahh...! Sekali lagi, hanya itu bisa kukata, aku penyayang binatang.

Aku tak tahu, apa kau dengar suara gemuruh dalam benakku, aku mulai merangkai kalimat untukmu, sebagian adalah kutipan kalimat dari film yang pernah kutonton. Lalu aku berbisik padamu, dalam satu milenium, janganjangan hanya kau satusatunya lelaki yang pernah memelihara dua ekor semut, maksudnya adalah benarbenar memiliki dua ekor semut, memberi mereka nama yang bagus. Aku bersyukur mengenalmu. Namun aku harus cemberut saat kau berkata, betapa mudah menaklukkan hati perempuan, hanya dua ekor semut*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar