Senin, 10 Januari 2011

selamat pagi kekasih

Malam usai. Kuaduk serpihan bintang dalam secangkir kopi, mengantarkan padamu yang masih bermimpi. Hanya hitam. Bukan warna fajar, hitam bukan warna, hanya bayang yang menggenangi dinding, dan aku tak peduli. Hanya matamu yang terpejam, ingin kusentuh pelan dengan sekilas hangat, embun terlalu sejuk, aku tak ingin kau terkejut. Biarlah kuhantarkan uap kopi saja, mungkin kau sedang duduk terkantukkantuk di sebuah ruas jalan, biar secangkir harum kopi mendatangi kau sendiri. Jendala terbuka, berkicau pada angkasa.

Kulihat senyummu terbang, menumpang awan, manis mengusap bibir*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar