Kau datang darimana, sebuah pintu bertanya padaku. Aku sepertinya tak tahu harus menjawab apa. Sungguh, aku tak tahu asalku.
Kau hendak ke mana, pintu bertanya lagi. Aku semakin tak tahu mesti manjawab apa. Mungkin ada yang tahu, selain aku, aku sungguh tak tahu.
Aku memandang jalan dan batubatu, bertanya, kemana ingin membawaku. Sayang sekali, jalan dan batubatu bisu. Mungkin juga tak tahu.
Sebuah tangan melambai, aku berandaiandai, akhirnya kau datang, menunjukkan jalan menuju, mungkin harus kutuju.
Aku mulai berjalan, di bimbing tangan kepada arah. Memicingkan mata menatap atap dunia. Kulihat bayanganku berdiri terbalik dalam mata cicak. Kakiku tak menginjak tanah, di mata cicak, kepalaku menggantung di udara.
Sepasang nyamuk datang, bermesra dekat telinga. Sepasang tangan ingin menepuk, ku bilang, jangan sampai ternoda darah. Aku tahu tak akan lama, pintu sudah jauh, jalan dan batubatu hampir berlalu. Cicak sedang menyiapkan lagu. Sepasang nyamuk yang beruntung. Kepalaku bergerakgerak seirama nada.
Cicak mendekati rambutku. Dunia milik kita berdua, nyamuk berbisik pada kekasihnya. Aku tersenyum melihat kau datang, di atas kepalamu terbang sepasang kupukupu.
Kau bertanya, sampai di mana. Aku sungguh tak tahu, tapi semua terlihat bahagia. Pintu, jalan dan batubatu, tangan, cicak, sepasang nyamuk dan kupukupu. Semua terdengar bahagia, saat datang*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar