Selalu mencoba berbincang dengan roda sepeda, membaca debu, kelabu dan batubatu. Kupungut dari beranda rumahmu. Cuaca tak pasti, bernyanyi, aku dan telinga mendengar gemuruh. Adakah dunia sedang tertawa untuk seorang perempuan yang mengayuh pedal sambil melukis di semua persimpangan, menempelkan pesan di tiap tiang, tentang pematang, rumpun bambu, dan wajah yang bermunculan di antara tangkai bungabunga. Gerimis tersenyum manis, mendekati hening dalam benakku, di sana, kau tak pernah beranjak*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar