Senin, 10 Januari 2011

dalam mimpi

Kau datang dari pergi, membawa lengan dalam kemeja warna tanah. Di mana aku selalu ingin bersimpuh, lalu bertumpu, sebelum satu katapun tumbuh.

Tak tahukah kau, setiap kali kau di sini aku menanam rindu, menggali dadamu, menancapkan sebatang tunas tanpa duri. Kusimpan dalam mataku sendiri, duri tajam, meretakkan bulan, menderaskan hujan. Agar rantingku tumbuh, menjagamu ketika jauh. Aku ingin kau tak pernah mengerti, aku ingin kau tak usah peduli, kuncup bunga rekah. Kaupetiklah, bisa kautukar segelas senyuman dan sepiring kehangatan perjalanan. Kau jangan sepi, akan kujerangkan air pembasuh letih, waktu kau menjelang datang. Sajak menunggu, selalu.

Kau pulang kembali, membawa serpihan cerita di bibirmu, aku membacamu dengan senyum, di mata dan telinga, rindu mengadu, kau jangan dengarkan, nikmati saja sepotong coklat dan ucapan, selamat datang. Tidurlah, ada rindu akan kutanam*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar