Rabu, 05 Januari 2011

tersandung mimpi

Tabung berputar, berpindah tempat, berganti bentuk dan warna, melayanglayang pada layar hitam, biar aku memandangmu sejenak. Dalam hampa, lupa cara menemukan jalan menuju lenganmu. Aku hanya letih, sepi tumbuh secepat jarak. Ada kau di meja, di gelas, di kertas, di serpihan cahaya. Aku menangkap semua, mengadu tentang bantal yang dungu, cuma bisa menampung kepala, bintangbintang di tengkukku dilepas terbang ke telinga.

Memilih lagu, berayun butuh irama, nyala di ujung sigaret mengejek. Apa mau dikata, lubang menganga, basah, berdarah. Malam masih buka, kalau aku mau mengambil talam, menyusun balokbalok yang berjatuhan dari atap. Langit pasti mengerti, mengulurkan lengan, atap harus runtuh menimpa kepalaku. Dan hooplaa, talam penuh bintang mendarat, semutsemut berbaris, menghampiri serakan gula di lantai kamar. Aku mengecewakan segelas kopi*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar