Rabu, 05 Januari 2011
puzzle 4
Entah di hari yang keberapa kita berjumpa. Kau dengan pensil dan kertas, aku menghembus bosan dalam tiap tarikan nafas, di bawah keteduhan senja di sebuah tempat yang disebut taman kota. Bukan aku yang menyebut begitu, tak ada suatu tempatpun yang menurutku layak dinamai taman di kota ini. Tapi, biarlah aku mengikuti cara mereka, menyebut tempat itu taman kota. Kita mulai berbagi senja hari itu. Senja yang tak sempurna menampilkan warnanya di balik ranting dan dedaunan. Tapi senja adalah senja. Tak bisa digugat hangatnya, kulihat keningmu memantulkan senja untukku. Kau membuat sketsa, berbekal potongan apel dalam kantong plastik di saku jaketmu, untuk kera dan rusa yang juga terperangkap macam kita di taman kota*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar