Kota ini adalah tempat yang tak bisa kujelaskan dengan katakata. Mungkin pula sesungguhnya aku tak ingin menjelaskannya. Karena aku dan kota ini selalu bersama tanpa saling mencinta. Aku ingin meninggalkannya, dan kota tak bisa berpindah. Itulah nyatanya. Aku selalu merasa seperti lumbalumba terperangkap di gurun pasir, parahnya pula, tidak mati. Aku berani memastikan tak ada yang lebih sengsara menghabiskan waktu di tempat yang tak tepat. Tapi sudahlah, keluhan, hanyalah lahan tandus yang akan menumbuhkan semak berduri, melukai kaki*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar