Jumat, 10 Desember 2010
buan hati
Aku mencari tatapan bunda di mata anakanak yang lelap dipeluk sepi. Kuhirup bau nafasnya pada uap hangat nasi yang tanak saat pagi membuka mata. Tangantangan lembut terulur dari tempat jauh, senyum merekah dari wajah tanpa nama. Berlintasan bagai kunangkunang mengejar bayang malam. Kini semua telah berlalu, rindu sudah terbungkus rapi, siap dibagi pada setiap hati yang menanti. Akan kusimpan saja semua kenangan senyum dan matamu dalam rahimku, kelak anakanak akan lahir membawa tatapan bunda bersama rajuk manjanya dan manis senyumnya…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar