Jumat, 10 Desember 2010
kidung
Menduga cuaca jauh lebih sederhana daripada menebak makna ranumnya sebutir buah. Karenanya kenapa tak biarkan saja angin bercerita tanpa henti tentang riuhnya hati bersorak menenggak cinta. Cinta dari pantat ayam betina. Oval bercangkang. Anakanak melukis pada tubuh cinta warnawarni serupa wajah Indian, siap berperang. Atau memakaikan kapas dan topi kerucut; badut sangat tepat untuk teman pesta. Rayakan cinta merah putih dari lambung tertikam. Tombak atau tembak, sama melesat lapar menyantap lemak perut. Darah memutih. Memadat bersama tepung dan ragi. Nanah memerah jadi anggur. Desah angin mengisahkan tentang buah yang jadi awal cerita. Dongeng yang selalu membuatku teringat padamu dan masa kecil saat namaku masih diingat sebagai sesuatu yang suci…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar